Di antara banyak hal yang perlu disiapkan menjelang akad, mahar sering jadi topik yang paling lama dibicarakan. Ada yang ingin mahar penuh makna, ada yang ingin sesuai kemampuan, dan ada keluarga yang punya harapan tersendiri. Semua wajar. Artikel ini membantu Anda memahami mahar dengan jelas, memilih bentuknya, lalu menyepakatinya dengan tenang bersama pasangan dan keluarga.
Apa itu mahar nikah dan apa bedanya dengan seserahan?
Mahar (disebut juga maskawin) adalah pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri dalam pernikahan secara Islam. Mahar disebutkan dalam ijab kabul dan sepenuhnya menjadi hak milik istri. Artinya, setelah akad, mahar bukan milik keluarga atau milik bersama, melainkan milik pengantin perempuan.
Seserahan berbeda. Seserahan adalah hantaran berupa barang kebutuhan sehari-hari yang diberikan sebagai bagian dari tradisi, dan tidak menjadi syarat sah pernikahan. Karena keduanya sering diserahkan berdekatan, banyak pasangan mencampuradukkan anggarannya. Sebaiknya pisahkan sejak awal agar mudah dihitung dan tidak ada yang terlewat.
Apa saja bentuk mahar yang umum dipilih?
Mahar tidak harus berupa uang. Yang penting, mahar memiliki nilai atau manfaat dan disepakati kedua pihak. Beberapa bentuk yang umum dipilih di Indonesia:
- Uang tunai. Sering dipilih dengan nominal yang bermakna, misalnya mengikuti tanggal pernikahan. Praktis dan mudah disebutkan saat akad.
- Perhiasan atau logam mulia. Misalnya emas dengan berat tertentu. Nilainya cenderung bisa disimpan untuk jangka panjang.
- Seperangkat alat salat. Sangat umum, sering dipadukan dengan mahar lain seperti uang atau emas.
- Mushaf Al-Qur'an atau hafalan surat. Dipilih pasangan yang ingin mahar bernilai ibadah. Untuk hafalan, pastikan calon suami benar-benar siap membacakannya.
- Barang berharga lain. Seperti kendaraan, sertifikat tanah, atau barang yang berguna bagi istri. Untuk aset seperti ini, siapkan juga dokumen kepemilikannya.
Boleh juga menggabungkan beberapa bentuk sekaligus, asalkan semuanya disebutkan dengan jelas saat akad.
Berapa mahar nikah yang pantas?
Tidak ada angka baku yang berlaku untuk semua orang. Dalam ajaran Islam, mahar dianjurkan tidak memberatkan, dan yang lebih utama adalah keberkahan pernikahannya. Di sisi lain, mahar juga sebaiknya bernilai dan bermanfaat bagi istri.
Beberapa pertimbangan yang bisa membantu:
- Kemampuan finansial calon suami. Jangan sampai mahar diambil dari utang yang membebani awal rumah tangga.
- Kebutuhan dan keinginan calon istri. Tanyakan langsung. Ada yang lebih senang menerima emas sebagai tabungan, ada yang lebih menghargai mahar simbolis.
- Adat dan kebiasaan keluarga. Di beberapa daerah, mahar atau uang adat punya aturan tak tertulis. Pahami dulu sebelum menentukan angka.
- Total anggaran pernikahan. Mahar adalah satu pos dari banyak pos lain. Hitung bersama agar biaya resepsi, vendor, dan kebutuhan setelah menikah tetap aman.
Bagaimana cara menyepakati mahar dengan keluarga?
Pembicaraan soal mahar kadang terasa sungkan. Agar berjalan lancar, coba langkah berikut:
Bicarakan berdua lebih dulu
Sebelum melibatkan keluarga, sepakati dulu dengan pasangan: bentuk mahar, kisaran nilai, dan alasan di baliknya. Dengan begitu, Anda berdua punya sikap yang sama saat berdiskusi dengan orang tua.
Sampaikan saat lamaran atau pertemuan keluarga
Momen lamaran atau pertemuan keluarga biasanya jadi waktu yang tepat untuk membahas mahar bersama hal lain seperti tanggal akad dan seserahan. Sampaikan dengan sopan, dan dengarkan juga harapan pihak keluarga.
Catat hasil kesepakatan
Tuliskan bentuk dan jumlah mahar secara rinci, misalnya berat emas, nominal uang, atau judul surat yang akan dibacakan. Catatan ini akan dipakai lagi saat mengisi data pendaftaran nikah dan saat latihan ijab kabul, sehingga tidak ada salah sebut di hari H.
Bagaimana menyebutkan mahar saat akad nikah?
Mahar disebutkan dalam ijab oleh wali dan diulang dalam kabul oleh calon suami. Mahar bisa dibayar tunai saat akad, atau ditangguhkan (dibayar kemudian) jika disepakati kedua pihak, dan hal ini juga disebutkan dalam akad.
Beberapa tips praktis agar momen ini berjalan lancar:
- Tulis kalimat mahar dengan lengkap dan berikan ke wali serta calon suami beberapa hari sebelum akad.
- Latih pengucapan ijab kabul, terutama jika maharnya panjang atau terdiri dari beberapa jenis.
- Konfirmasikan rincian mahar ke penghulu atau KUA setempat. Data mahar biasanya ikut dicatat dalam dokumen pernikahan, dan tata caranya bisa sedikit berbeda di tiap daerah.
- Siapkan mahar fisik di tempat yang aman dan tunjuk satu orang keluarga yang bertanggung jawab membawanya ke lokasi akad.
- Kemas dengan rapi jika ingin dipajang, misalnya dalam kotak atau bingkai, tetapi pastikan isinya sesuai dengan yang disebutkan.
Apa saja yang perlu dicek menjelang hari H?
Satu atau dua minggu sebelum akad, lakukan pengecekan singkat: apakah mahar sudah dibeli atau disiapkan, apakah kalimat ijab kabul sudah final, apakah data mahar di dokumen pendaftaran sudah sama dengan kesepakatan, dan siapa yang membawanya pada hari H. Pengecekan kecil ini mencegah kepanikan di menit terakhir.
Mahar yang baik bukan soal besar atau kecilnya, melainkan disepakati dengan ikhlas dan disiapkan dengan rapi. Jika Anda ingin menyimpan catatan mahar, seserahan, dan anggarannya di satu tempat bersama pasangan, Wedding Planner by Teambull bisa membantu mencatat dan memantau semuanya hingga hari akad tiba.