Hari pernikahan biasanya berlalu sangat cepat. Ada banyak orang yang terlibat dalam satu hari: penghulu, keluarga, MC, vendor dekorasi, katering, fotografer, sampai para tamu. Supaya semuanya bergerak ke arah yang sama, Anda butuh satu pegangan bersama, yaitu susunan acara atau rundown. Artikel ini membahas urutan acara akad nikah dan resepsi yang umum dipakai di Indonesia, contoh pembagian waktunya, dan cara menyusun rundown yang benar-benar bisa dijalankan.

Apa bedanya susunan acara dan rundown?

Susunan acara adalah urutan kegiatan dari awal sampai akhir, misalnya pembukaan, ijab kabul, lalu doa. Rundown lebih rinci: setiap kegiatan diberi jam mulai, durasi, penanggung jawab, dan catatan teknis. Contohnya, pada pukul 08.30 MC membuka acara, operator sound menyiapkan dua mikrofon, dan fotografer sudah berada di dekat meja akad.

Susunan acara cukup untuk dicetak di undangan atau dibagikan ke keluarga. Rundown lengkap dipakai oleh MC, koordinator acara (WO atau panitia keluarga), dan semua vendor.

Bagaimana susunan acara akad nikah yang umum?

Urutan akad nikah bisa berbeda tergantung adat, keluarga, dan kebiasaan penghulu di daerah Anda. Namun secara umum, susunannya seperti ini:

  1. Kedatangan rombongan calon pengantin pria dan penyambutan oleh keluarga pengantin wanita.
  2. Pembukaan oleh MC, termasuk perkenalan singkat keluarga dan susunan acara.
  3. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an.
  4. Khutbah nikah atau nasihat pernikahan, biasanya oleh penghulu atau tokoh agama yang ditunjuk keluarga.
  5. Pemeriksaan berkas dan konfirmasi data oleh penghulu, termasuk wali dan saksi.
  6. Ijab kabul.
  7. Doa setelah akad.
  8. Penandatanganan buku nikah dan dokumen terkait.
  9. Penyerahan mahar serta seserahan (jika belum diserahkan di awal).
  10. Pembacaan sighat taklik oleh pengantin pria, bila dilakukan.
  11. Sungkeman kepada orang tua kedua belah pihak.
  12. Foto bersama keluarga lalu penutup.

Beberapa keluarga memilih menyerahkan seserahan di awal sebelum akad, sebagian lagi setelahnya. Diskusikan sejak awal agar MC tidak bingung saat hari H. Untuk akad yang dilakukan di luar kantor KUA, pastikan jadwal kehadiran penghulu dan ketentuannya langsung ke KUA setempat, karena aturannya bisa berbeda di tiap daerah.

Bagaimana susunan acara resepsi pernikahan?

Resepsi cenderung lebih fleksibel. Berikut urutan yang sering dipakai:

  1. Tamu mulai berdatangan dan mengisi buku tamu.
  2. Pembukaan oleh MC.
  3. Kirab atau prosesi masuk pengantin beserta orang tua, bisa diiringi prosesi adat.
  4. Sambutan dari perwakilan keluarga, cukup satu atau dua agar tidak terlalu panjang.
  5. Doa.
  6. Ramah tamah dan makan, bersamaan dengan hiburan musik.
  7. Ucapan selamat dan foto bersama tamu di pelaminan, sesi ini biasanya paling lama.
  8. Penutup dan ucapan terima kasih dari MC.

Jika ada prosesi adat seperti panggih, mapag, atau tradisi lain, sisipkan setelah pengantin masuk dan sebelum sambutan. Prosesi adat sering butuh lebih banyak waktu dari perkiraan, jadi tanyakan durasinya langsung ke pemandu adat yang Anda pakai.

Berapa lama waktu yang perlu disiapkan untuk tiap sesi?

Tidak ada patokan baku, tetapi beberapa prinsip ini membantu Anda membagi waktu dengan realistis:

  • Mulai dari jam yang tidak bisa digeser. Biasanya jam kedatangan penghulu dan jam sewa gedung. Susun mundur dari situ.
  • Sisipkan waktu cadangan. Beri jeda di antara sesi besar, misalnya antara akad dan resepsi, untuk ganti busana, touch up rias, dan makan bagi pengantin.
  • Hitung waktu persiapan pengantin. Tanyakan ke perias berapa lama proses rias dan busana, lalu tetapkan jam mulai rias berdasarkan itu.
  • Batasi sambutan. Beri tahu pemberi sambutan berapa menit yang tersedia sebelum hari H.
  • Perkirakan sesi foto dengan tamu. Jumlah tamu sangat memengaruhi durasi ini. Makin banyak tamu, makin perlu antrean yang diatur rapi.

Bagaimana cara menyusun rundown yang mudah dijalankan?

Gunakan format tabel sederhana

Buat kolom berisi jam, kegiatan, durasi, penanggung jawab, lokasi, dan catatan. Format ini membuat siapa pun yang membaca langsung tahu tugasnya.

Tulis nama orang, bukan hanya peran

Daripada menulis "keluarga", tulis siapa yang memegang cincin, siapa yang membawa mahar, dan siapa yang mendampingi orang tua saat sungkeman. Kejelasan ini mencegah kebingungan di menit-menit penting.

Bagikan ke semua pihak lebih awal

Kirim rundown ke MC, WO atau panitia, dan vendor beberapa hari sebelum acara. Minta mereka mengecek apakah waktunya masuk akal dari sisi teknis mereka.

Lakukan gladi singkat

Gladi tidak harus lengkap. Cukup jalankan bagian yang paling rawan, seperti prosesi masuk, posisi duduk saat akad, dan alur naik turun pelaminan.

Siapkan satu koordinator di hari H

Pengantin sebaiknya tidak memegang rundown sendiri. Tunjuk satu orang yang memantau jam dan berkomunikasi dengan vendor, sehingga Anda bisa fokus menikmati acara.

Apa saja yang sering terlupa saat menyusun susunan acara?

  • Waktu makan untuk pengantin, orang tua, dan kru vendor.
  • Jadwal salat bagi pengantin dan keluarga di sela acara.
  • Sesi foto keluarga besar yang terstruktur, lengkap dengan daftar urutan kelompok foto.
  • Rencana cadangan bila hujan untuk acara di luar ruangan.
  • Siapa yang memegang dokumen penting, seperti berkas nikah dan mahar, sebelum akad dimulai.

Rundown yang baik tidak harus rumit. Yang penting jelas, realistis, dan dipahami semua orang yang terlibat. Jika Anda ingin menyusun rundown sekaligus menyimpannya di tempat yang sama dengan daftar vendor dan tamu, Wedding Planner by Teambull menyediakan fitur rundown yang bisa Anda isi bertahap dan perbarui kapan saja. Semoga hari bahagia Anda berjalan lancar dan penuh makna.